Sabtu, 18 Maret 2017

Analisis SWOT Terhadap Profesi Akuntan di Era Global



Menurut V. Wiratna Sujarweni (2015), akuntansi adalah proses dari transaksi yang dibuktikan degan faktur, lalu transaksi tersebut dibuat jurnal, buku besar, neraca lajur, kemudian menghasilkan informasi dalam bentuk laporan keuangan yang digunakan pihak-pihak tertentu.
Menurut Suwardjono (2005: 5) akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, dan peringkasan transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara yang berdaya guna dan dalam bentuk satuan uang, dan peinterpretasian hasil proses tersebut.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa akuntansi merupakan sebuah proses mengidentifikasi, mencatat, melaporkan transaksi-transaksi berupa transaksi keuangan untuk menghasilkan informasi keuangan berupa laporan keuangan.
            Akuntansi memiliki standar akuntansi internasional yang disebut IFRS (International Financial Reporting Standart). Sebelumnya, IFRS dikenal dengan nama IAS (International Accounting Standards) yang dikeluarkan oleh IASC (International Accounting Standards Committe). IFSR merupakan kumpulan standar dasar prinsip akuntansi yang penerapannya dilakukan secara internasional.
            Akuntansi internasional adalah akuntansi yang mencangkup semua aspek akuntansi yang berlaku diseluruh dunia. Akuntansi internasional semakin diperlukan karna semakin meningkatnya bisnis internasional, yaitu bisnis yang aktivitasnya melewati batas-batas antar negara seperti perdagangan internasional, bisnis transportasi, pariwisata dan sebagainya.
            Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa akuntansi internasional merupakan bidang akuntansi pada transaksi internasional, serta harmonisasi atas berbagai standar akuntansi dalam berbagai bidang seperti pajak, auditing dan berbagai bidang akuntansi lainnya.
            Bidang akuntansi tidak lepas dari profesi akuntan sebagai pelaku pencatatan setiap transaksi. Profesi akuntansi adalah lingkup pekerjaan yang mempergunakan semua kemampuan akuntansi termasuk bidang pekerjaan akuntan publik, akuntan interen, akuntan yang bekerja di pemerintahan serta akuntan sebagai pendidik.


ANALISIS SWOT ( STREENGTHS, WEAKNESSES, OPPORTUNITIES, THREATS)
            Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, di mana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.
1.      Strengts
Strengts (kekuatan) disebut sebagai analisis kekuatan yaitu karakteristik organisasi ataupun proyek yang memberikan kelebihan / keuntungan dibandingkan dengan yang lainnya. Kekuatan disini merupakan suatu situasi atau konsidi yang merupakan gambaran kekuatan dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini. Analisis kekuatan disini adalah setiap organisasi atau perusahaan perlu menilai kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, kemudian dibandingkan dengan para pesaingnya.misalnya, jika kekuatan perusahaan tersebut unggul di dalam kualitasnya, maka keunggulan itu dapat dimanfaatkan untuk mengisi segmen pasar yang membutuhkan tingkat kualitas yang lebih baik. Untuk melakukan Analisis SWOT, kita perlu membuat beberapa pertanyaan dan menjawabnya sendiri seperti :
·         Kelebihan apa yang dimiliki oleh organsiasi ?
·         Apa yang membuat organisasi lebih baik dari organisasi lainnya?
·         Keunikan apa yang dimiliki oleh organisasi ?
·         Apa yang menyebabkan kita mendapatkan penjualan ?
·         Apa yang dilihat atau dirasakan oleh konsumen kita sebagai suatu kelebihan ?
2.      Weaknesses
Weaknesses (kelemahan) disebut sebagai analisis kelemahan yaitu karakteristik yang berkaitan dengan kelemahan pada organisasi ataupun proyek dibandingkan dengan yang lainnya. Kelemahan disini merupakan suatu situasi atau kondisi menggambarkan kelemahan yang ada dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini. Analisis kelemahan merupakan cara untuk menganalisis kelemahan yang ada di suatu organisasi atau perusahaan, dimana kelemahan tersebut dapat menjadi kendala yang serius dalam kemajuan suatu organisasi atau perusahaan. Misalnya jika perusahaan tersebut terdapat kendala dalam pemasaran yang kurang baik, maka peusahaan harus meneliti kekurangan-kekurangan yang dimiliki dan berhubungan dengan sektor pemasaran. Supaya nanti permasalan tersebut tidak membuat perusahaan menjadi kalah saing dan mundur dibandingkan perusahaan pesaing lainnya. Untuk melakukan analisis SWOT, kita perlu membuat beberapa pertanyaan dan menjawabnya sendiri seperti :
·         Apa yang dapat ditingkatkan dalam organisasi ?
·         Apa yang harus dihindari oleh organisasi ?
·         Faktorapa yang menyebabkan kehilangan penjualan ?
·         Apa yang dilihat atau dirasakan oleh konsumen kita sebagai suatu kelemahan organisasi kita ?
·         Apa yang dilakukan oleh pesaing sehingga mereka dapat lebih baik dari organisasi kita ?
3.      Opportunities
Opportunities (peluang) disebut sebagai analisis peluang yaitu Peluang yang dapat dimanfaatkan bagi organisasi ataupun proyek untuk dapat berkembang di kemudian hari. Peluang disini merupakan suatu situasi atau kondisi gambaran peluang yang ada di sisi luar suatu organisasi atau perusahaanan gambaran tersebut dapat memberikan peluang berkembangnya suatu organisasi atau perusahaan dimasa depan. Analisis peluang merupakan analisis yang digunakan untuk mencari peluang atau terobosan yang memungkinkan suatu organisasi atau perushaaan bisa berkembang baik dimasa sekarang maupung masa yang akan datang. Misalnya sebuah perusahaan industri minuman berada di daerah yang panas, dimana daerah tersebut sangat membutuhkan minuman segar dengan harga yang terjangkau. Maka, perusahaan tersebut memiliki peluang untuk menciptakan produk minuman yang segar dengan harga terjangkau. Untuk melakukan analisis SWOT, kita perlu membuat beberapa pertanyaan dan menjawabnya sendiri seperti :
·         Kesempatan apa yang dapat kita lihat ?
·         Perkembangan tren apa yang sejalan dengan organisasi kita ?
4.      Threats
Threats (Ancaman) disebut sebagai peluang ancaman, yaitu Ancaman yang akan dihadapi oleh organisasi ataupun proyek yang dapat menghambat  perkembangannya. Ancaman disini merupakan suatu situasi atau kondisi gambaran ancaman dari suatu ornasisasi atau perusahaan dalam menjalankan suatu usaha. Analisis peluang disini merupakan cara menganalisis tantangan atau ancaman yang harus dihadapi okeh suatu organisasi atau perusahaan dalam menghadapi berbagai faktor lingkungan yang tidak menguntungkan. Dimana, ancaman tersebut dapat menyebabkan kemunduran suatu perusahaan. Jika tidak segera diatasi, maka ancaman tersebut akan menjadi penghalang bagi suatu usaha yang akan dijalankan. Misalnya sebuah organisasi kelompok pengrajin rotan di darah pedesaan. Dengan kondisi lingkungan yang semakin moderen serta banyaknya kebakaran hutan yang terjadi membuat mereka semakin sulit untuk memperoleh bahan baku, Maka oragnisasi tersebut dapat menganalisis hal-hal apa yang menyebapkan tantangan atau ancaman tersebut terjadi. Untuk melakukan analisis SWOT, kita perlu membuat beberapa pertanyaan dan menjawabnya sendiri seperti :
·         Hambatan apa yang kita hadapi sekarang ?
·         Apa yang dilakukan oleh pesaing organisasi ?
·         Perkembangan Teknologiapa yang menyebabkan ancaman bagi organisasi ?
·         Adakah perubahan peraturan pemerintah yang akan mengancam perkembangan organisasi ?

ANALISIS SWOT TERHADAP PROFESI AKUNTAN (LULUSAN AKUNTANSI INDONESIA) DI ERA GLOBAL
1.               Strengts
Melihat kondisi profesi akuntansi dan peranannya di Indonesia saat ini, profensi akuntan memiliki beberapa keunggulan, yakni :
·         Kemudahan dalam memasuki dan meraih peluang kerja
·       Kesempatan untuk meningkatkan kualitas profesi melalui jenjang pendidikan S2 dan S3 serta pendidikan profesi berkelanjutan
·       Keleluasaan dalam menentukan pilihan profesi (akuntan publik, akuntan manajemen, akuntan pemerintah maupun akuntan pendidik)

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah menetapkan sebutan Chartered Accountant Indonesia (CA) sebagai kualifikasi akuntan profesional sesuai panduan standar internasional. Penetapan sebutan CA dilaksanakan dalam rangka melaksanakan tujuan pendirian pendidikan akuntan; dan mempertinggi mutu pekerjaan akuntan. Kualifikasi ini juga ditetapkan untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada profesi akuntan; memberikan perlindungan terhadap pengguna jasa akuntan, serta mempersiapkan akuntan Indonesia menghadapi tantangan profesi dalam perekonomian global. Sebagai anggota International Federation of Accountant (IFAC), IAI telah meluncurkan CA untuk menaati Statement Membership Obligations (SMO) & Guidlenes IFAC. IFAC telah menetapkan International Education Standards (IES) yang memuat kerangka dasar dan persyaratan minimal untuk memperoleh kualifikasi sebagai seorang akuntan profesional. IAI berkewajiban untuk mematuhi IES tersebut sebagai panduan utama pengembangan akuntan profesional Indonesia. Adanya kualifikasi akuntan profesional dengan sebutan CA, diharapkan dapat menjamin dan meningkatkan mutu pekerjaan akuntan yang profesional dan memiliki daya saing di tingkat global sehingga siap menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN.

Chartered Accountant Indonesia (CA) dibangun dengan mengutamakan integritas dan profesionalisme yang akan menjadi bekal berharga bagi akuntan Indonesia dalam menghadapi persaingan global. CA dengan segenap kompetensi yang melekat di dalamnya, merupakan bentuk pengakuan khusus bagi pemegangnya dalam melaksanakan tanggung jawab untuk mengambil keputusan signifikan di bidang-bidang yang terkait dengan pelaporan keuangan. Lebih jauh, CA kini menjadi identitas personal yang bisa diinisiasikan sebagai sebuah pencapaian penting Akuntan Profesional. CA menjadi milestone  yang akan membuka peluang tak terbatas seorang Akuntan Profesional untuk berkarya lebih lanjut. Eksistensi CA Indonesia sangat penting dan strategis untuk membangun culture bisnis yang kuat, visioner, memegang teguh nilai-nilai, dan fokus terhadap nilai tambah positif bagi institusinya. Sebagai wadah berhimpunnya akuntan seluruh Indonesia, IAI berkiprah secara optimal untuk mewujudkan akuntan profesional terpercaya, berkualitas tinggi, serta bisa dihandalkan di dunia kerja dan semakin kompetitif dalam dunianya. Untuk itulah IAI memiliki dan komitmen untuk membantu setiap individu yang ingin menciptakan kisah suksesnya sebagai akuntan profesional. IAI akan mewujudkan kisah sukses setiap individu yang siap berinteraksi dengan IAI untuk memenangkan persaingan di era globalisasi yang distrupted dan penuh peluang baru.
2.         Weaknesses
Indonesia merupakan negara dengan lulusan akuntan terbesar di Asia Tenggara. Berdasarkan data World Bank, dari 77.330 lulusan akuntan di ASEAN, Indonesia menduduki peringkat pertama dengan total lulusan 45 persen dari seluruh lulusan akuntan di ASEAN. Namun, saat ini Indonesia justru masih kekurangan akuntan profesional. Dari rata-rata lulusan akuntan per tahun sebesar 35.000 mahasiswa, tercatat hanya 24.000 lulusan akuntan yang berprofesi sebagai akuntan internasional.
Sebab itu, saat ini pemerintah melalui Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) tengah berupaya untuk meningkatkan jumlah akuntan profesional. Tenaga akuntan profesional ini sangat dibutuhkan untuk menghadapi persaingan di tingkat ASEAN. "Pemerintah terus berupaya agar akuntan profesional memiliki kualitas internasional. Setelah PMK (Peraturan Menteri Keuangan) nomor 25/PMK.01/2014, profesi akuntan merupakan yang paling penting. Peran stakeholder jelas tidak kecil karena regulator dan perguruan saat ini tengah mempersiapkan bibit-bibit unggul," ujar Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo dalam seminar IAI-ICAEW di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (16/2/2016).
Menurut Mardiasmo, lulusan akuntan harus dapat beradaptasi dengan perubahan ekonomi global yang semakin menurut profesionalitas dalam setiap pekerjaan. Sehingga, Indonesia tidak tertinggal jauh dari negara lainnya, terutama dalam pasar bebas ASEAN. "Persaingan global yang berimbas pada supply change telah berdampak pada adanya tuntutan kesetaraan kualitas SDM dan produk di dalamnya. Untuk itu, kunci keberhasilan akuntan Indonesia adalah pada sertifikasi akuntan. Sehingga akuntan bisa menjadi profesional," tukasnya.  
3.      Opportunities
Peluang Profesi Akuntan di Indonesia :
1.         Peluang profesi akuntansi sangat besar. Akuntan dapat bekerja disemua sector perekonomian, apalagi bagi mereka yang menguasai IFRS dengan baik.
2.         Terbukanya kesempatan bagi akuntan untuk berprofesi sebagai Akuntan Publik
3.         Pertumbuhan Akuntan Publik relative lambat.
4.         Struktur usia Akuntan Publik sekarang yang lebih dari 50 tahun sebanyak 64%, sehingga kemungkinan terjadi penurunan Akuntan Publik secara signifikan dalam 5 atau 10 tahun ke depan.
5.         Kebutuhan jasa Akuntan Publik semakin meningkat
6.         Penerapan IFRS (International Financial Reporting Strandard dan ISA (International Strandard on Auditing) di Indonesia pada tahun 2011-2012, merupakan peluang dan tantangan bagi profesi Akuntan dan Akuntan Publik.
Jika akuntan Indonesia memiliki kompetensi yang mencukupi, maka tidak perlu takut dengan akuntan asing. Bila akuntan Indonesia dan asing sama-sama memiliki kompetensi yang sama (bisa dilihat dari sertifikat profesi internasional yang dimiliki), maka secara teoritis memiliki kemampuan/kompetensi yang setara. Akuntan Indonesia yang kompeten bebas bekerja di negara ASEAN lainnya yang memberikan imbalan dan masa depan lebih baik dari perusahaan/institusi di Indonesia (strategi ofensif).
4.      Threats
Akuntan Indonesia kini menghadapi berbagai tantangan baru, baik tantangan yang datang dari dalam profesi maupun dari luar profesi. Dari dalam profesi tantangannya berupa banyaknya standar-standar baru yang harus diterapkan. Sejalan dengan konvergensi IFRS dan ISA, serta pronouncement lainnya yang diterbitkan IFAC, maka organisasi akuntan Indonesia terus menerus melakukan adopsi standar-standar tersebut, melakukan pendidikan kepada akuntan, serta . melakukan sosialisasi kepada masyarakat, perguruan tinggi, industri, dsb.
Tantangan dari luar profesi datang dari berbagai pihak, mencakup tantangan meningkatnya tuntutan governance dari pihak pemakai jasa akuntan, regulasi yang lebih ketat oleh pemerintah, serta tantangan menjaga kepercayaan pemerintah ditengah-tengah masih sedikitnya jumlah akuntan publik di Indonesia. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini, semakin banyak investasi ditempatkan di Indonesia, baik oleh investor dalam negeri maupun luar negeri. Demikian juga kredit perbankan tumbuh secara positif. Pada saat investasi dan kredit perbankan bergerak positif maka semakin tinggi tuntutan kepada akuntan untuk menegakkan governance. Akuntan dipadang sebagai salah satu pihak yang sangat kompeten untuk menjaga risiko investasi dan perkreditan dari investor atau kreditur. Kemudian, masih sejalan dengan tuntutan governance tersebut, pemerintah Indonesia kini aktif membuat peraturan untuk profesi akuntan publik.
Pembatasan rangkap jabatan dan pemberian jasa, aturan quality control dan independensi sengaja dibuat untuk memenuhi tuntutan governance di satu sisi, namun disisi lain menjadikan profesi akuntan penuh dengan aturan. Di sisi lain, tantangan juga timbul dari kepercayaan pemerintah pada akuntan publik yang merencanakan pada masa datang laporan audit diakui sebagai dasar perhitungan pajak oleh dirjen pajak. Tentu saja jika wacana ini dilaksanakan maka akan semakin besar peluang pasar jasa akuntan publik di Indonesia.
Tantangan dari wacana pemerintah ini adalah jumlah akuntan publik masih sedikit. Saat ini jumlah akuntan publik baru 1100 orang dan jumlah KAP baru 400 kantor. Tentu jumlah ini sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah perusahaan sebanyak 16.000 dan penduduk Indonesia 240 Juta jiwa. “Satu hal yang paling diperlukan oleh Indonesia saat ini adalah menambah jumlah akuntan,” kata Manajer Manajemen Keuangan Kawasan Asia Timur dan Pasifik Bank Dunia Samia Msadek di Jakarta, Senin, dalam peluncuran “Report on the Observance of Standards and Codes” (ROSC) di Indonesia dari Bank Dunia. Per 31 Juli 2010, menurut data Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), ada 8.832 anggota perorangan organisasi tersebut, 1.407 di antaranya adalah akuntan publik sementara 3.680 adalah akuntan yang bekerja di sektor publik. Saat ini Indonesia sedang mempersiapkan sistem laporan keuangan perusahaan yang berkiblat pada standar internasional atau International Financial Reporting Standards (IFRS) yang akan diberlakukan mulai Januari 2012.
Pertama, pemerintah perlu memperhatikan dan mengusahakan pendidikan bagi akuntan dan menambah jumlah akuntan secara berkelanjutan demi menjaga sistem akuntansi yang ditetapkan. “Pendidikan yang diberikan perlu disesuaikan dengan perkembangan sistem akuntansi, termasuk bagaimana meningkatkan kemampuan para akuntan yang sudah bekerja saat ini mengingat standar akuntasi dan pemeriksaan keuangan terus berubah,” kata Samia.Kedua, menerapkan aturan akuntansi, sesuai dengan Undang-undang yang disahkan, khususnya bagi perusahaan publik dan perusahaan yang tercatat dalam pasar modal. Rekomendasi ketiga adalah pengawasan implementasi aturan, mengingat proses konvergensi sistem laporan keuangan lama menjadi sistem IFRS perlu dipahami oleh manajemen perusahaan dan badan pengawas laporan keuangan yaitu Bank Indonesia dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).