Entah kenapa zaman-zaman sekarang dari mulai anak kecil hingga dewasa semuanya demam sama yang namanya Gadget. So secara ga langsung Indonesia sudah dijajah oleh teknologi yang menjadikan kebanyakan penerus bangsanya lebih sering memegang Gadget ketimbang buku-buku pelajaran.
Yaa orang tua bertanggung jawab penuh terhadap kasus ini,
karena terkadang orang tua juga malah memberikan fasilitas tersebut kepada
anaknya yang bisa dibilang masih dibawah umur. Akibatnya anak-anak zaman
sekarang SD pun sudah memiliki yang namanya tab Android dengan banyak
fitur-fitur dan aplikasi yang ada di dalamnya.
Mungkin untuk sebagian besar anak kecil, tab lebih sering
digunakan untuk bermain games, dan pengaruh yang cukup besar dari permainan
games ini adalah menjadikan mereka malas dalam belajar. Kecanduan games juga
bisa merusak mental anak-anak yang seharusnya mereka sedang rajin-rajinnya
dalam mengasah otak di masa pertumbuhannya.
Itu kasus untuk anak yang bisa dibilang masih dibawah umur
guys. Oke kita naik satu peringkat ke jenjang Remaja.
Remaja adalah masa pertumbuhan dengan fikiran yang dapat
dengan mudah bisa berubah-ubah alias Labil. Mereka akan sering mengganti Gadget
mereka dengan teknologi-teknologi baru yang muncul dan ditawarkan oleh
produsen.
Nah tapi yang menjadi permasalahannya, kalo tadi anak
dibawah umur memiliki kasus sering bermain games di Gadget, untuk kawula remaja
Gadget digunakan sebagai sarana Chatting dengan berbagai Social Media misalnya
Path, Instagram, Line, Kakao Talk, We Chat, BBM, Skype, Yahoo Massanger, dan
masih banyak yang lainnya. Apalagi aplikasi Android sekarang sudah bisa
mendownload aplikasi BBM, so kita tidak perlu harus memiliki Hp BB untuk bisa
BBMan dengan teman-teman ataupun pacar kalian.
Kegiatan Chatting ini bisa menjadi kasus untuk para remaja
masa kini apalagi karena BBM. Mereka lebih sering galau karena BBM ketimbang
nilai ujian mereka jelek dan ancur kaya hati gue hahaha.
Do you know guys, mereka lebih sering galau di BBM Cuma
gara-gara BBM dari doi itu Just Read alias ceklis diatasnya ada simbol “R”. Itu
adalah tindakan sadis yang diberikan kepada manusia labil seperti remaja yang
mengakibatkan mereka lebih sering mengupdate perasaanya lewat Personal Massage
(PM) ataupun di Twitter dan Facebook. Misalnya saja “BBM just Read, maunya apa
sih?” atau marah-marah ga jelas. Padahal kan sebelum mengupdate status itu
pasti ada bacaan “Apa yang Anda fikirkan” bukan “Apa yang Anda rasakan?”.
Sepertinya ada yang konslet di fikiran para remaja zaman sekarang.. yaa biasa
lah masa-masa ababil ya seperti itu. Sampai lupa akan prestasi belajar di
sekolahnya, padahal orang tuanya telah membayar mahal-mahal akan sekolah
mereka.
Oke kita naik satu peringkat lagi ke jenjang Dewasa guys..
Kalau tadi kasus anak dibawah umur menjadikan Gadget sebagai
arena Games dan kasus untuk manusia ababil alias remaja menjadikan Gadget
sebagai arena Chatting. Nah untuk kasus dewasa yang satu ini Gadget ternyata
dijadikan sebagai sarana Tipu Daya Wajah.
Untuk orang-orang dewasa itu wajib memiliki wajah yang
menarik yang akan dia upload fhotonya untuk dijadikan Display Picture di BBM
atau Avatar di Twitter atau Photo Profil di Facebook. Dengan kata lain mereka
melakukan hal seperti itu adalah untuk memikat lawan jenis mereka agar mereka
cepet-cepet nikah, lalu melakukan malam pertama dan akhirnya hamil, lalu punya
anak 5, lalu anaknya sudah besar-besar dan akhirnya orang tuanya meninggal
inalillahi.
Dengan aplikasi yang ditawarkan Android atau iPhone kepada
konsumen untuk merubah rupa wajah kita yang tadinya pas-pasan bahkan dibawah
garis kemiskinan bisa terlihat seperti para Selebriti Hollywood bahkan lebih.
Waw Amazing bukan haha
Aplikasinya bisa berupa Camera 360 yang banyak sekali
digunakan dalam setiap moment, atau Beauty Plus yang bisa membuat wajah kita
lucu seperti Barbie bahkan lebih, atau bisa juga dengan aplikasi-aplikasi
lainnya yang ada di Android maupun iPhone.
Oleh sebab itu kenapa sekarang kita jarang menemukan wajah
yang ancur di semua Social Media haha, karena wajah orang-orang dewasa ini
telah mengalami manipulasi wajah dengan menggunnakan aplikasi. Mungkin kasus
ini bisa banyak terjadi karena mereka inigin cepat menemukan jodoh mereka untuk
pasangan hidup mereka. Padahal Afgan telah memberikan pendapat bahwa “Jodoh
Pasti Bertemu.”.
Oke that’s enough for me. Thanks for reading J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar