Rabu, 19 Oktober 2016

Perilaku Etika dalam Bisnis



Lingkungan Bisnis yang Mempengaruhi Perilaku Etika
Faktor – faktor yang dapat mempengaruhi perilaku etika antara lain :
-          Budaya Organisasi
Keseluruhan budaya perusahaan dampak bagaimana karyawan melakukan diri dengan rekan kerja, pelanggan dan pemasok. Lebih dari sekedar lingkungan kerja, budaya organisasi mencakup sikap manajemen terhadap karyawan, rencana pertumbuhan perusahaan dan otonomi / pemberdayaan yang diberikan kepada karyawan.
-          Ekonomi Lokal
Melihat seorang karyawan dari pekerjaannya dipengaruhi oleh keadaan perekonomian setempat. Jika pekerjaan yang banyak dan ekonomi booming, karyawan secara keseluruhan lebih bahagia dan perilaku mereka dan kinerja cermin
itu. Disisi lain, saat-saat yang sulit dan pengangguran yang tinggi, karyawan dapat menjadi takut dan cemas tentang memegang pekerjaan mereka. Kecemasan ini mengarah pada kinerja yang lebih rendah dan penyimpangan dalam penilaian.
-          Reputasi Perusahaan dalam Komunitas
Persepsi karyawan tentang bagaimana perusahaan mereka dilihat oleh masyarakat lokal dapat mempengaruhi perilaku. Jika seorang karyawan menyadari bahwa perusahaannya dianggap curang atau murah, tindakannya mungkin juga seperti itu
Sebagai bagian dari masyarakat, tentu bisnis tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat. Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnisnya, baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung. Dengan memetakan pola hubungan dalam bisnis seperti itu dapat dilihat bahwa prinsip-prinsip etika bisnis terwujud dalam satu pola hubungan yang bersifat interaktif.

Kesaling – tergantungan Antara Bisnis dan Masyarakat
Etika bisnis merupakan penerapan tanggung jawab sosial suatu bisnis yang timbul dari dalam perusahaan  itu sendiri. Bisnis selalu berhubungan dengan masalah-masalah etis dalam melakukan kegiatan sehari-hari. bisnis dengan masyarakat umum juga memiliki etika pergaulan yaitu etika pergaulan bisnis.Etika pergaulan bisnis dapat meliputi beberapa hal antara lain adalah :
-          Hubungan antara bisnis dengan langganan / konsumen
Hubungan antara bisnis dengan langgananya adalah hubungan yang paling banyak dilakukan, oleh karena itu bisnis haruslah menjaga etika pergaulanya secara baik. Adapun pergaulannya dengan langganan ini dapat disebut disini misalnya saja :
Kemasan yang berbeda-beda membuat konsumen sulit untuk membedakan atau mengadakan perbandingan harga terhadap produknya.
Bungkus atau kemasan membuat konsumen tidak dapat mengetahui isi didalamnya
Pemberian servis dan terutama garansi adalah merupakan tindakan yang sangat etis bagi suatu bisnis.
-          Hubungan dengan karyawan
Manajer yang pada umumnya selalu berpandangan untuk memajukan bisnisnya sering kali harus berurusan dengan etika pergaulan dengan karyawannya. Pergaulan bisnis dengan karyawan ini meliputi beberapa hal yakni : Penarikan (recruitment), Latihan (training), Promosi atau kenaikan pangkat, Tranfer, demosi (penurunan pangkat) maupun lay-off atau pemecatan / PHK (pemutusan hubungan kerja).
-          Hubungan antar bisnis
Hubungan ini merupakan hubungan antara perusahaan yang satu dengan perusahan yang lain. Hal ini bisa terjadi hubungan antara perusahaan dengan para pesaing, grosir, pengecer, agen tunggal maupun distributor.
-          Hubungan dengan Investor
Perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas dan terutama yang akan atau telah “go publik” harus menjaga pemberian informasi yang baik dan jujur dari bisnisnya kepada para insvestor atau calon investornya. prospek perusahan yang go public tersebut. Jangan sampai terjadi adanya manipulasi atau penipuan terhadap informasi terhadap hal ini.
-           Hubungan dengan Lembaga-Lembaga Keuangan
Hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan terutama pajak pada umumnya merupakan hubungan pergaulan yang bersifat finansial.

Kepedulian Pelaku Bisnis Terhadap Etika
Dalam menciptakan etika bisnis perlu diperhatikan beberapa hal, antara lain  pengendalian diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi, pengembangan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan, mampu menyatakan hal yang benar, Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah, Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama dan lain sebagainya.

Perkembangan dalam Etika Bisnis
Etika dalam dunia bisnis diperlukan untuk menjaga hubungan baik dan fairness dalam dunia bisnis. Etika bisnis mencapai status ilmiah dan akademis dengan identitas sendiri, pertama kali timbul di Amerika Serikat pada tahun 1970-an. Untuk memahami perkembangan etika bisnis De George membedakannya kepada lima periode
-          Situasi Dahulu
Pada awal sejarah filsafat, Plato, Aristoteles, dan filsuf-filsuf Yunani lain menyelidiki bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur. Pada masa ini masalah moral disekitar ekonomi dan bisnis disoroti dari sudut pandang teologi.
-          Masa Peralihan: tahun 1960-an
Pada saat ini terjadi perkembangan baru yang dapat disebut sbagai persiapan langsung bagi timbulnya etika bisnis. Ditandai pemberontakan terhadap kuasa dan otoritas di Amerika Serikat (AS), revolusi mahasiswa (di ibukota Perancis), penolakan terhadap establishment (kemapanan).. Pada saat ini juga timbul anti konsumerisme. Hal ini memberi perhatian pada dunia pendidikan khususnya manajemen, yaitu dengan memasukan mata kuliah baru ke dalam kurikulum dengan nama busines and society and coorporate sosial responsibility, walaupun masih menggunakan pendekatan keilmuan yang beragam minus etika filosofis.
-          Etika Bisnis Lahir di AS: tahun 1970-an
Terdapat dua faktor yang mendorong kelahiran etika bisnis pada tahun 1970-an yaitu:
sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis di sekitar bisnis dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang sedang meliputi dunia bisnis
terjadinya krisis moral yang dialami oleh dunia bisnis. Pada saat ini mereka bekerja sama khususnya dengan ahli ekonomi dan manejemen dalam meneruskan tendensi etika terapan. Norman E. Bowie menyebutkan bahwa kelahiran etika bisnis ini disebabkan adanya kerjasama interdisipliner, yaitu pada konferesi perdana tentang etika bisnis yang diselanggarakan di universitas Kansas oleh philosophi Departemen bersama colledge of business pada bulan November 1974.
-          Etika Bisnis Meluas ke Eropa: tahun 1980-an
Di Eropa Barat, etika bisnis sebagai ilmu baru mulai berkembang kira-kira 10 tahun kemudian. Hal ini pertama-tama ditandai dengan semakin banyaknya perguruan tinggi di Eropa Barat yang mencantumkan mata kuliah etika bisnis. Pada taun1987 didirkan pula European Ethics Nwork (EBEN) yang bertujuan menjadi forum pertemuan antara akademisi dari universitas, sekolah bisnis, para pengusaha dan wakil-wakil dari organisasi nasional dan nternasional.
-          Etika Bisnis menjadi Fenomena Global: tahun 1990-an
Etika bisnis telah hadir di Amerika Latin, ASIA, Eropa Timur dan kawasan dunia lainnya. Di Jepang yang aktif melakukan kajian etika bisnis adalah institute of moralogy pada universitas Reitaku di Kashiwa-Shi. Di india etika bisnis dipraktekan oleh manajemen center of human values yang didirikan oleh dewan direksi dari indian institute of manajemen di Kalkutta tahun 1992. Telah didirikan International Society for Business, Economics, and Ethics (ISBEE) pada 25-28 Juli 1996 di Tokyo.
Di indonesia sendiri pada beberapa perguruan tinggi terutama pada program pascasarjana telah diajarkan mata kuliah etika bisnis. Selain itu bermunculan pula organisasi-organisasi yang melakukan pengkajian khusus tentang etika bisnis misalnya lembaga studi dan pengembangan etika usaha indonesia (LSPEU Indonesia) di jakarta.

Etika Bisnis dan Akuntan
Etika profesi akuntan di Indonesia diatur dalam Kode Etik Akuntan Indonesia. Kode etik ini mengikat para anggota IAI dan dapat dipergunakan oleh akuntan lainnya yang bukan atau belum menjadi anggota IAI. Kode etik ialah norma perilaku yang mengatur hubungan antara akuntan dengan kliennya, antara akuntan dengan sejawat, dan antara profesi denganmasyarakat (Sriwahjoeni,2000). Di dalam kode etik terdapat muatan­muatan etika, yang pada dasarnya bertujuan untuk melindungi kepentingan anggota dan kepentingan masyarakat yang menggunakan jasa profesi. Terdapat dua sasaran pokok dari kode etik ini yaitu, pertama, kode etik bermaksud melindungi masyarakat dari kemungkinan dirugikan oleh kelalaian baik secara sengaja ataupun tidak sengaja dari kaum profesional. Kedua, kode etik juga bertujuan melindungi keluhuran profesi tersebut dari perilaku­perilaku buruk orang­orang tertentu yang mengaku dirinya profesional (Keraf, 1998).
Etika bisnis adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan cara melakukan kegiatan bisnis yang mencakup seluruh aspek yang masih berkaitan dengan personal, perusahaan ataupun masyarakat. atau bisa juga diartikan pengetahuan tentang tata cara ideal dalam pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal secara ekonomi maupun sosial.
Secara umum etika bisnis harus ditempuh oleh perusahaan agar tercapai tujuan yang telah ditetapakan. Oleh karena itu etika bisnis memiliki beberapa prinsip yang digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan yang dimaksud. Adapun prinsip-prinsip etika dalam berbisnis adalah sebagai berikut:
-          Prinsip Otonomi
Dalam prinsip otonomi etika bisnis perusahaan bebas memiliki kewenangan sesuai dengan bidang yang telah dikuasai Sesuai dengan visi dan misi perusahaan tersebut.

Sumber :

Pendahuluan Etika Sebagai Tinjauan



Menurut Kamus Besar Basaha Indonesia, etika adalah ilmu tentang baik dan buruknya perilaku, hak dan kewajiban moral; sekumpulan asa atau nila-nilai yang berkaitan dengan akhlak; nilai mengenai benar atau salahnya perbuatan atau perilaku yang dianut masyarakat.

Berdasarkan buku yang berjudul “The Great Ideas “ yang diterbitkan pada tahun 1952,dalam buku tersebut diringkas menjadi 6 prinsip dan merupakan landasan prinsipil dari etika.Prinsip-prinsip tersebut adalah:

  •   Prinsip keindahan

Prinsip ini didasari pada rasa senang  terhadap keindahan,ada yang mengatakan bahwa hidup dan kehidupan manusia itu adalah keindahan.
-         

  •    Prinsip persamaan

Menghendaki adanya persamaan antara manusia yang satu dengan yang lain merupakan hakekat kemanusiaan.Setiap manusia yang dilahirkan kebumi masing-masing memiliki hak dan kewajiban,pada dasarnya manusia   memiliki derajat yang sama dengan manusia lainnya.
-          

  •    Prinsip kebaikan

Pada umumnya kebaikan berarti sifat dari sesuatu yang mengakibatkan pujian. Perkataan yang baik mengandung sifat seperti persetujuan, pujian, keunggulan, kekaguman atau ketetapan, oleh karena itu prinsip kebaikan sangat erat kaitannya dengan hasrat dan cinta.
-      

  •     Prinsip keadilan

Keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya.
-       

  •    Prinsip kebebasan

Kebebasan muncul dari doktrin bahwa setiap orang memiliki hidupnya sendiri serta memiliki hak untuk bertindak menurut pilihannya sendiri,kecuali jika pilihan tersebut melanggar kebebasan dari orang lain.
-       

  •    Prinsip kebenaran

Ide kebenaran sering kita pakai dalam pembicaraan mengenai logika ilmiah,sehingga kita mengenal kriteria kebenaran dalam berbagai ilmu.

Teori akuntansi adalah adalah cabang akuntansi yang terdiri dari pernyataan sistematik tentang prinsip dan metodologi yang membedakan dengan praktik. Vernon kam (1986) menganggap bahwa teori akuntansi adalah suatu sistem yang komprehensif dimana termasuk postulat dan teori yang berkaitan dengannya. Dia membagi unsur teori dalam beberapa elemen: postulat dan asumsi dasar, definisi, tujuan akuntasi, prinsip atau standar, dan prosedur atau metode-metode.

Vernon Kam (1986) mengemukakan fungsi dari adanya teori kuntansi sebagai berikut.
  1. Menjadikan pegangan bagi lembaga penyusunan standar akuntansi dalam menyusun standarnya.
  2. Memberikan kerangka rujukan untuk menyelesaikan masalah akuntansi dalam hal tidak adanya standar resmi.
  3. Menentukan batas dalm hal melakukan judgment dalam penyusunan laporan keuangan.
  4. Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca laporan terhadap informasi yang disajikan laporan keuangan.
  5. Meningkatkan kualitas laporan yang dapat diperbandingkan.
Egoism merupakan istilah asing dalam Filsafat. Definisi menurut kamus ekabahasa resmi Bahasa Indonesia definisi dari egoism adalah sebagai berikut. Definisi egoism Menurut Istilah Filsafat egoisme Itulah definisi dari egoism, untuk mencari istilah dan definisi yang lain dapat menggunakan 
kotak penelusuran.

Sumber :

Sabtu, 04 Juni 2016

Transitive and Intransitive Sentences

Name   : Dian Annisa Gustamal
NPM   : 22213358
Class    : 3EB13

Transitive Sentences :
1.      He played basketball with me last night.
2.      I want to dinner with you in Mujigae.
3.      He bring some flowers for me tonight.
4.     I have painted my walls in pink peach, yesterday.
5.     I explain to you that I miss you tonight.

Explanation   :
Sentences in number one is a transitive sentences. Which consist five elements. He, played, basketball, with me, last night. The identification are subject (He), predicate (played), object (basketball), complement (with me) and modifier of time (last night). Them He is noun (N), played (V2), basketball (O), with me (C) and last night (adv of time). All of these are not phrase however played in number one is a phrase. Which it’s he is basketball.
Sentences in number two is a transitive sentences. Which consist  five elements. I, want, to dinner, with you, in mujigae. The identification are subject (I), predicate (want), object (to dinner), complement (with you) and modifier of time (in Mujigae). Them I is noun (N), want (V1), to dinner (O), with you (C) and in Mujigae (adv of places). All of these are not phrase however want in number two is phrase. Which it’s I is to dinner.
Sentences in number three is a transitive sentences. Which consist five elements. He, bring, some flowers, for me, tonight. The identification are subject (He), predicate (bring), object (some flower), complement ( for me) and modifier of time (tonight). Them He is noun (N), bring (V1), some flower (O), for me (C) and tonight (adv of time). All of these are not phrase however bring in number three is phrase. Which it’s He is some flower.
Sentences in number four is a transitive sentences. Which consist five elements. I have, painted, my walls, in pink peach, yesterday. The identification are subject (I have), predicate (painted), object ( my walls), complement ( in pink peach) and modofier of time (yesterday). Them I have is noun (N), painted (V2), my walls (O), in pink peach (C) and yesterday (adv of time). All of these are not phrase however painted in number four is phrase. Which it’s I is my walls.
Sentences in number five is a transitive sentences. Which consist five elements. I, explain, to you, that I miss you and tonight. The identification are subject (I), predicate (explain), object (to you), complement (that I miss you) and modifier of time (tonight). Them I have is noun (N), explain (V1), to you (O), that I miss you (C) and tonight (adv of time). All of these are not phrase however explain in number five is phrase. Which it’s I is to you.

Intransitive Sentences           :
1.      The Aceh Tsunami happened on December 26,2004.
2.      He is die after the accident this morning.
3.      You lie again for a second time.
4.      We sit in here.
5.      My brother cried last night.

Explanation   :
Sentences in number one is an intransitive sentence which consists of three elements. The Aceh, Tsunami, happened, on December 26, 2004. The identification are subject (The Aceh Tsunami), predicate (happened) and modifier of time (on December 26, 2004). Them The Aceh Tsunami (N), happened (V2) and on December 26, 2004 (adv of time).All of these are not phrase however happened on December 26,2004 in number one is phrase. Which it’s head is happened.
Sentences in number two is an intransitive sentence which consist of three elements. He is, die, after the accident this morning. The identification are subject (He is), predicate (die), modifier of time ( after the accident this morning). Them He is (N), die (V2) and after the accident this morning (adv of time). All of these are not phrase however after the accident this morning in number two is phrase. Which it’s head is die.
Sentence in number three is an intransitive sentence which consist of three elements. You, lie again and for a second time. The identification are subject (you), predicate (lie again) and modifier of time (for a second time). Them You (N), lie again (V1) and for a second time (adv of time). All of these are not phrase however for a second time in number three is phrase. Which it’s head is lie again.
Sentences in number four is an intransitive sentence which consist of three elements. We, sit and in here. The identification are subject (we), predicate (sit) and modifier of place (in here). Them We (N), sit (V1) and in here (adv of place). All of these are not phrase however in here in number four is phrase. Which it’s head is sit.
Sentences in number five is an intransitive sentence which consist of three elements. My brother, cried and last night. The identification are subject (My brother), predicate (cried) and modifier of time (last night). Them My brother (N), cried (V2) and last night (adv of time). All of these are not phrase however last night in number five is phrase. Which it’s head is cried.



Kamis, 07 Januari 2016

Perekonomian Indonesia 2014

Ekonomi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Kata ekonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu Oikos dan Nomos. Oikos berarti rumah tangga atau keluarga sedangkan Nomos berarti aturan atau peraturan. Sehingga menurut istilah bahwa ekonomi adalah manajemen atau peraturan rumah tangga. Pengertian ekonomi adalah suatu bidang kajian ilmu sosial yang menjelaskan dan mempelajari mengenai aktivitas manusia yang berhubungan langsung dengan konsumsi, distribusi dan produksi pada barang dan jasa. Adam Smith (1776) menyatakan bahwa ekonomi merupakan suatu penyelidikan yang berhubungan dengan keadaan dan sebab adanya kekayaan negara.

Seiring perkembangan zaman tentu kebutuhan terhadap manusia bertambah. Oleh karena itu ekonomi secara terus-menerus mengalami pertumbuhan dan perubahan. Pertumbuhan ekonomi merupakan proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Sukirno (2000) menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi berarti perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat.  Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2014 tercatat sebesar 5,1 persen (angka sementara), lebih rendah dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014  sebesar 5,5 persen.

Pencapaian kinerja ekonomi sepanjang tahun 2014 menjadi modal dasar bagi percepatan pertumbuhan ekonomi domestik tahun 2015-2016 di tengah perkembangan prospek perekonomian global yang beragam. Prospek ekonomi global dalam dua tahun ke depan diprakirakan masih terus mengalami pemulihan meski tidak merata. Prakiraan tersebut diwarnai dengan perekonomian negara maju yang semakin membaik, terutama ditopang oleh AS, di tengah perekonomian negara berkembang yang masih cenderung mengalami perlambatan, terutama di Tiongkok. Di tengah prakiraan ekonomi dunia tersebut, prospek perekonomian Indonesia bergantung pada tingkat implementasi kebijakan reformasi struktural, baik yang ditempuh oleh Bank Indonesia maupun Pemerintah. Bank Indonesia memperkirakan prospek perekonomian Indonesia pada tahun 2015 membaik dengan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 5,4-5,8% dengan laju inflasi yang terkendali menuju sasaran yang  ditetapkan 4±1%, diikuti dengan kinerja transaksi berjalan yang lebih sehat serta pertumbuhan kredit sebesar 15-17%. Bank Indonesia akan tetap berupaya mendukung pencapaian perekonomian ke depan tersebut dengan memelihara stabilitas ekonomi dan sistem keuangan melalui penguatan bauran kebijakan yang menjadi bagian dari percepatan reformasi struktural.

Kondisi perekonomian Indonesia masih saja belum stabil setelah hampir 66 tahun Indonesia merdeka. Untuk dapat memperbaiki kondisi perekonomian di Indonesia, kita perlu mempelajari sejarah tentang perekonomian Indonesia dari masa penjajahan, orde lama, orde baru hingga masa reformasi. Dengan mempelajari sejarahnya, kita dapat mengetahui kebijakan-kebijakan ekonomi apa saja yang sudah diambil pemerintah dan bagaimana dampaknya terhadap perekonomian Indonesia serta dapat memberikan kontribusi untuk mengatasi permasalah ekonomi yang ada. Selain itu pemerintah juga harus memiliki peran aktif dalam memperbaiki dan mengawasi perekonomian Indonesia. Cara Pemerintah Mengatasi Masalah ekonomi di Indonesia saat ini yaitu dengan cara menggunakan kebijakan dalam ekonomi makro dan mikro yang sering dilakukan pemerintah seperti kebijakan moneter dan fiskal.

Daftar Pustaka :
Anonim.2015. Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2014.http://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan-tahunan/perekonomian/Pages/LPI_2014.aspx Diakses pada 08 Januari 2016 13.56