Kamis, 07 November 2013

Just in Quotes!!!



Kadang perasaan yang sudah terlampau jauh menghilang dapat kembali dengan sapaan sayu menghela nafas bagai irama duri yang menghanyutkan sekaligus menyakitkan.
Kadang perasaan ini bertanya, perlahan menyapa, merasakan, melangkah perlahan jauh, jauh, sedikit jauh, dan akhirnya terlampau jauh mengikuti jejak singkat penghalang rayuan kemesraan.
Bahkan tak terasa kapan terakhir kali aku sapa matanya, mendekap nafasnya, merangkul setiap irama yang keluar dari lesung bibirnya dan mengecup aroma di tubuhnya.
Hari-hari yang mulai kosong, menjelajah tanpa langkah, menerawang tanpa cahaya. Make me realize that we are never ever getting back together like Taylor Swift’s song.
Dimana biasanya kita bercengkrama dengan waktu yang seakan singka, memutar dunia yang hanya dipijak berdua, bertabrakan dengan alam yang seakan memanjakan mata dengan segala keindahanny. Semua pandangan mulai memudar dengan ombak yang bergulung membawa semua kenangan itu terhempas ke palung hati.
Dengan setiap angka “11” yang akan kembali muncul dengan tidak membawa kami di dalamnya. Hanya ada cerita yang pernah terlukis saat Desember akan berlalu dan Januari yang akan saling merayu. Setiap angka “11” yang akan kembali menyapa kami yang sudah tak mampu bermain lagi dengan hembusan angin di setiap bulannya sepanjang tahun dan menghabiskan waktu hingga pelangi dapat melengkungkan setiap lesung bibir kami leba. Menatap dua bola mata yang seakan membawa kebahagiaan di setiap kedipannya.
Tertangkap dalam memory eksternalku setiap jemari yang membawaku melihat derasnya ketulusan dengan segala kebahagiaan yang mulai tumbuh di setiap langkah kami, mengelilingi setiap cerita yang kami tanam di belahan bumi lainnya. Dan saat langit menampakan awannya yang hitam, aku melihat dinginnya butiran kekecewaan yang menusuk dan masuk ke setiap pori-pori kulitku. Kudekap setiap butiran itu sampai semua terasa hangat dan melihat tawamu kembali dalam hangatnya badai salju di perasaanmu.
Melihatmu yang berada jauh dari dekatnya jarak antara mata dan hidungmu, membuat aku semakin melihatmu dalam setiap layar mimpi yang selalu kuputar setiap malam dengan hentakan suara yang  lembut dan memanjakan tidurku di lembaran mimpi itu. Melihat bayangan yang tak bisa kusentuh, bayangan yang memiliki sekat kosong  antara aku dan kamu, bayangan yang mulai pudar setiap kali aku coba tuk mendekati. Melihat matamu yang tajam  membuatku terdiam saat itu.
And I would like to a hundred a tousands a million a billions thanks each  one of you and sorry for all your disappointed because of me. Thanks for making this journey so sweet, so colourful. And the last for each memory and experience from this journey will stay with me.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar