Kadang perasaan yang sudah terlampau jauh menghilang dapat
kembali dengan sapaan sayu menghela nafas bagai irama duri yang menghanyutkan
sekaligus menyakitkan.
Kadang perasaan ini bertanya, perlahan menyapa, merasakan,
melangkah perlahan jauh, jauh, sedikit jauh, dan akhirnya terlampau jauh
mengikuti jejak singkat penghalang rayuan kemesraan.
Bahkan tak terasa kapan terakhir kali aku sapa matanya,
mendekap nafasnya, merangkul setiap irama yang keluar dari lesung bibirnya dan
mengecup aroma di tubuhnya.
Hari-hari yang mulai kosong, menjelajah tanpa langkah,
menerawang tanpa cahaya. Make me realize that we are never ever getting back
together like Taylor Swift’s song.
Dimana biasanya kita bercengkrama dengan waktu yang seakan
singka, memutar dunia yang hanya dipijak berdua, bertabrakan dengan alam yang
seakan memanjakan mata dengan segala keindahanny. Semua pandangan mulai memudar
dengan ombak yang bergulung membawa semua kenangan itu terhempas ke palung
hati.
Dengan setiap angka “11” yang akan kembali muncul dengan
tidak membawa kami di dalamnya. Hanya ada cerita yang pernah terlukis saat
Desember akan berlalu dan Januari yang akan saling merayu. Setiap angka “11”
yang akan kembali menyapa kami yang sudah tak mampu bermain lagi dengan hembusan
angin di setiap bulannya sepanjang tahun dan menghabiskan waktu hingga pelangi
dapat melengkungkan setiap lesung bibir kami leba. Menatap dua bola mata yang
seakan membawa kebahagiaan di setiap kedipannya.
Tertangkap dalam memory eksternalku setiap jemari yang
membawaku melihat derasnya ketulusan dengan segala kebahagiaan yang mulai
tumbuh di setiap langkah kami, mengelilingi setiap cerita yang kami tanam di
belahan bumi lainnya. Dan saat langit menampakan awannya yang hitam, aku
melihat dinginnya butiran kekecewaan yang menusuk dan masuk ke setiap pori-pori
kulitku. Kudekap setiap butiran itu sampai semua terasa hangat dan melihat
tawamu kembali dalam hangatnya badai salju di perasaanmu.
Melihatmu yang berada jauh dari dekatnya jarak antara mata
dan hidungmu, membuat aku semakin melihatmu dalam setiap layar mimpi yang
selalu kuputar setiap malam dengan hentakan suara yang lembut dan memanjakan tidurku di lembaran
mimpi itu. Melihat bayangan yang tak bisa kusentuh, bayangan yang memiliki
sekat kosong antara aku dan kamu,
bayangan yang mulai pudar setiap kali aku coba tuk mendekati. Melihat matamu
yang tajam membuatku terdiam saat itu.
And I would like to a hundred a tousands a million a
billions thanks each one of you and
sorry for all your disappointed because of me. Thanks for making this journey
so sweet, so colourful. And the last for each memory and experience from this
journey will stay with me.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar