Kelas : 1EB05
NPM : 22213358
- Investasi
adalah suatu bentuk pengeluaran modal bertujuan melakukan pembelian
(asset) fisik seperti pabrik, mesin, peralatan, dan persediaan, yaitu investasi
fisik atau riil. Dalam pengertian yang lain, Investasi merupakan komitmen atas dana atau sumber daya lainnya
yang ada pada saat ini, dengan tujuan akan mendatangkan keuntungan di masa
datang. Dalam analisis ekonomi, istilah investasi khususnya dapat dihubungkan
dengan investasi fisik dimana Investasi
fisik menciptakan aset baru yang akan meningkatkan kapasitas produksi
suatu negara, sementara investasi keuangan hanya memindahkan kepemilikan dari
yang ada dari seseorang atau lembaga kepada yang lain.
Investasi juga bisa diartikan sebagai mengeluarkan sejumlah uang atau
menyimpan uang pada sesuatu dengan harapan suatu saat mendapat keuntungan
financial
sumber
:
http://beritainvestasi.wordpress.com/arti-investasi/
- Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Investasi dalam Perekonomian Suatu Negara
Terdapat beberapa faktor
faktor yang mempengaruhi investasi yaitu :
1. Pendapatan nasional per kapita untuk tingkat negara
(nasional) dan PDRB per kapita untuk tingkat propinsi dan Kabupaten atau Kota
Pendapatan nasional per kapita dan PDRB per kapita merupakan
cermin dari daya beli masyarakat atau pasar. Makin tinggi daya beli masyarakat
suatu negara atau daerah (yang dicerminkan oleh pendapatan nasional per kapita
atau PDRB per kapita) maka akan makin menarik negara atau daerah tersebut untuk
berinvestasi.
2. Kualitas sumberdaya manusia
Manusia yang berkualitas akhir-akhir ini merupakan daya tarik
investasi yang cukup penting. Sebabnya adalah tekhnologi yang dipakai oleh para
pengusaha makin lama makin modern. Tekhnologi modern tersebut menuntut
ketrampilan lebih dari tenaga kerja.
3. Pengaruh Nilai tukar
Secara teoritis dampak perubahan tingkat / nilai tukar dengan
investasi bersifat uncertainty (tidak
pasti). Shikawa (1994), mengatakan pengaruh tingkat kurs yang berubah pada
investasi dapat langsung lewat beberapa saluran, perubahan kurs tersebut akan
berpengaruh pada dua saluran, sisi permintaan dan sisi penawaran domestik.
Dalam jangka pendek, penurunan tingkat nilai tukar akan mengurangi investasi
melalui pengaruh negatifnya pada absorbsi domestik atau yang dikenal
dengan expenditure reducing effect. Karena penurunan
tingkat kurs ini akan menyebabkan nilai riil aset masyarakat yang disebabkan
kenaikan tingkat harga-harga secara umum dan selanjutnya akan menurunkan
permintaan domestik masyarakat. Gejala diatas pada tingkat perusahaan akan
direspon dengan penurunan pada pengeluaran / alokasi modal pada investasi.
Pada sisi
penawaran, pengaruh aspek pengalihan pengeluaran (expenditure switching) akan
perubahan tingkat kurs pada investasi relatif tidak menentu. Penurunan nilai
tukar mata uang domestik akan menaikkan produk-produk impor yang diukur dengan
mata uang domestik dan dengan demikian akan meningkatkan harga barang-barang
yang diperdagangkan / barang-barang ekspor (traded goods) relatif
terhadap barang-barang yang tidak diperdagangkan (non traded goods), sehingga didapatkan kenyataan nilai
tukar mata uang domestik akan mendorong ekspansi investasi pada barang-barang
perdagangan tersebut.
4. Tingkat Inflasi
Tingkat inflasi berpengaruh negatif pada tingkat investasi
hal ini disebabkan karena tingkat inflasi yang tinggi akan meningkatkan resiko
proyek-proyek investasi dan dalam jangka panjang inflasi yang tinggi dapat
mengurangi rata-rata masa jatuh pinjam modal serta menimbulkan distrosi
informasi tentang harga-harga relatif. Disamping itu menurut Greene dan
Pillanueva (1991), tingkat inflasi yang tinggi sering dinyatakan sebagai ukuran
ketidakstabilan roda ekonomi makro dan suatu ketidakmampuan pemerintah dalam
mengendalikan kebijakan ekonomi makro.
5. Birokrasi perijinan
Birokrasi
perijinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi investasi
karena birokrasi yang panjang memperbesar biaya bagi investor. Birokrasi yang
panjang akan memperbesar biaya bagi pengusaha karena akan memperpanjang waktu
berurusan dengan aparat. Padahal bagi pengusaha, waktu adalah uang. Kemungkinan
yang lain, birokrasi yang panjang membuka peluang oknum aparat pemerintah untuk
menarik suap dari para pengusaha dalam rangka memperpendek birokrasi tersebut.
sumber :
http://lindapushyy.blogspot.com/2013/04/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html
- Mengapa
Modal Menjadi Syarat Utama di Negara Berkembang?
Di
dalam suatu negara, terutama di negara yang sedang berkembang, modal merupakan
salah satu syarat utama dalam mencapai kemajuan ekonomi. Dengan modal itulah
para pelaku ekonomi dapat meningkatkan kemampuan produksinya, dan sebaliknya
kekurangan modal akan menghambat proses produksi. Keberadaan penanaman modal di
suatu Negara terkait dengan tuntutan untuk menyelenggarakan pembangunan
nasional di negara tersebut. Umumnya kesulitan yang dihadapi dalam
menyelenggarakan pembangunan nasional yang menitikberatkan pada pembangunan
ekonomi meliputi kekurangan modal, kemampuan dalam hal teknologi, ilmu
pengetahuan, pengalaman dan keterampilan. Oleh karena itu modal menjadi syarat
utama di negara berkembang. Guna meningkatkan pendapatan perkapita, dalam arti
meningkatkan kegiatan ekonomi dan taraf kesejahteraan masyarakat, salah satu
sumber pembiayaan sumberdaya yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan
pembangunan nasional tersebut adalah penanaman modal yang terselenggara melalui
berbagai bentuk penanaman modal baik domestik maupun asing.
sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar