Tabungan pemerintah merupakan selisih antara realisasi penerimaan dengan pengeluaran pemerintah. Untuk meningkatkan tabungan pemerintah maka sebagai salah satu usahanya adalah membuat kebijakan untuk mempercepat proses pembangunan. Tujuan ini hanya dapat di capai apabila tingkat pertambahan pendapatan pemerintah berkembang lebih cepat dari tingkat pengeluaran rutin pemerintah. Tabungan pemerintah juga bisa diartikan sebagai kelebihan pendapatan pemerintah dari pajak dan sumber-sumber lainnya, setelah pendapatan itu digunakan untuk pengeluaran rutin. Pendapatan pemerintah terutama diperoleh dari pemungutan berbagai pajak. Jenis pajak yang dipungut pemerintah dibedakan dalam dua golongan, yaitu pajak langsung (derect taxes) dan pajak tidak langsung (indirect taxes).
“Dalam Penilaian Sehat atau Tidaknya BUMN Cenderung Bersifat Akuntansi”
Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan
menginterpretasikan aktivitas keuangan. Akuntansi juga mempunyai arti lain
yaitu pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang
akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain
untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi,
dan lembaga pemerintah.Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan
keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil
kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur,
atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan
istilah pembukuan. Salah satu bentuk penerapan teknik akuntansi sektor publik
adalah di organisasi BUMN. Akuntansi dibutuhkan dalam pembuatan laporan
rugi/laba dan aliran kas pada BUMN. Sehingga penilaian sehat atau tidaknya BUMN
cenderung bersifat dari akuntansinya.
Siapa yang Mempunyai Wewenang untuk Menilai BUMN.? Sebutkan dan Jelaskan!
BUMN merupakan suatu instansi pemerintah yang dimiliki oleh
negara oleh karena itu pemerintah berwenang menetapkan kebijakan yang berkaitan
dengan kegiatan usaha. Kekuasaan penuh dalam menjalankan kegiatan usaha berada
di tangan pemerintah. Semua risiko yang terjadi sepenuhnya merupakan tanggung
jawab pemerintah. Pemerintah juga berhak melakukan pengawasan. Pengawasan yang
dilakukan baik secara hirarki maupun secara fungsional. Pemerintah juga
memiliki Akuntan Negara yaitu akuntan yang bekerja pada pemerintah dalam rangka
pemeriksaan keuangan pada badan-badan atau lembaga-lembaga pemerintah dan
perusahaan negara.
Apakah Benar inflasi Selalu Merugikan?
Inflasi tidak selamanya benar bersifat selalu merugi. Inflasi juga dapat
membawa dampak positif bagi kita jika dilihat dari posisi yang lain. Misalnya saja
Inflasi dapat dijadikan sebagai indikator untuk penentuan
kebijakan penetapan harga beberapa komoditas tertentu, seperti : harga beras,
BBM, listrik dan sebagainya. Inflasi juga dapat dijadikan sebagai bahan
penentuan kebijakan dalam mengatur kelancaran arus distribusi barang, apabila
diketahui bahwa salah satu penyebab kenaikan harga terjadi karena terganggunya
kelancaran distribusi barang dan juga dapat digunakan untuk bahan penentuan
kebijakan impor (misal substitusi impor) dan masih banyak lagi yang lainnya. Oleh
sebab itu sangatlah wajar jika pemerintahan sebuah negara selalu berusaha
mengontrol keseimbangan laju inflasi maupun deflasi. Karena inflasi yang
berlebihan maupun deflasi bisa berdampak buruk bagi kondisi perekonomian suatu
negara, bahkan mungkin juga terhadap negara-negara lain yang terkait dengannya.
Jadi dapat disimpulkan ternyata inflasi tidak selalu buruk atau merugikan.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Usaha_Milik_Negara
http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2010/05/03/92591/Kerja-BUMN-Tak-Cukup-Dinilai-Hanya-1-Menteri
http://lailyardiyani.blogspot.com/2011/02/pengeluaran-konsumsi-pemerintah-dan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar