Kamis, 07 Januari 2016

Perekonomian Indonesia 2014

Ekonomi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Kata ekonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu Oikos dan Nomos. Oikos berarti rumah tangga atau keluarga sedangkan Nomos berarti aturan atau peraturan. Sehingga menurut istilah bahwa ekonomi adalah manajemen atau peraturan rumah tangga. Pengertian ekonomi adalah suatu bidang kajian ilmu sosial yang menjelaskan dan mempelajari mengenai aktivitas manusia yang berhubungan langsung dengan konsumsi, distribusi dan produksi pada barang dan jasa. Adam Smith (1776) menyatakan bahwa ekonomi merupakan suatu penyelidikan yang berhubungan dengan keadaan dan sebab adanya kekayaan negara.

Seiring perkembangan zaman tentu kebutuhan terhadap manusia bertambah. Oleh karena itu ekonomi secara terus-menerus mengalami pertumbuhan dan perubahan. Pertumbuhan ekonomi merupakan proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Sukirno (2000) menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi berarti perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat.  Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2014 tercatat sebesar 5,1 persen (angka sementara), lebih rendah dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014  sebesar 5,5 persen.

Pencapaian kinerja ekonomi sepanjang tahun 2014 menjadi modal dasar bagi percepatan pertumbuhan ekonomi domestik tahun 2015-2016 di tengah perkembangan prospek perekonomian global yang beragam. Prospek ekonomi global dalam dua tahun ke depan diprakirakan masih terus mengalami pemulihan meski tidak merata. Prakiraan tersebut diwarnai dengan perekonomian negara maju yang semakin membaik, terutama ditopang oleh AS, di tengah perekonomian negara berkembang yang masih cenderung mengalami perlambatan, terutama di Tiongkok. Di tengah prakiraan ekonomi dunia tersebut, prospek perekonomian Indonesia bergantung pada tingkat implementasi kebijakan reformasi struktural, baik yang ditempuh oleh Bank Indonesia maupun Pemerintah. Bank Indonesia memperkirakan prospek perekonomian Indonesia pada tahun 2015 membaik dengan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 5,4-5,8% dengan laju inflasi yang terkendali menuju sasaran yang  ditetapkan 4±1%, diikuti dengan kinerja transaksi berjalan yang lebih sehat serta pertumbuhan kredit sebesar 15-17%. Bank Indonesia akan tetap berupaya mendukung pencapaian perekonomian ke depan tersebut dengan memelihara stabilitas ekonomi dan sistem keuangan melalui penguatan bauran kebijakan yang menjadi bagian dari percepatan reformasi struktural.

Kondisi perekonomian Indonesia masih saja belum stabil setelah hampir 66 tahun Indonesia merdeka. Untuk dapat memperbaiki kondisi perekonomian di Indonesia, kita perlu mempelajari sejarah tentang perekonomian Indonesia dari masa penjajahan, orde lama, orde baru hingga masa reformasi. Dengan mempelajari sejarahnya, kita dapat mengetahui kebijakan-kebijakan ekonomi apa saja yang sudah diambil pemerintah dan bagaimana dampaknya terhadap perekonomian Indonesia serta dapat memberikan kontribusi untuk mengatasi permasalah ekonomi yang ada. Selain itu pemerintah juga harus memiliki peran aktif dalam memperbaiki dan mengawasi perekonomian Indonesia. Cara Pemerintah Mengatasi Masalah ekonomi di Indonesia saat ini yaitu dengan cara menggunakan kebijakan dalam ekonomi makro dan mikro yang sering dilakukan pemerintah seperti kebijakan moneter dan fiskal.

Daftar Pustaka :
Anonim.2015. Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2014.http://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan-tahunan/perekonomian/Pages/LPI_2014.aspx Diakses pada 08 Januari 2016 13.56

Jumat, 27 November 2015

Pasar Modal di Indonesia



Pasar modal merupakan pasar yang memperjualbelikan uang dalam bentuk surat-surat berharga yang berjangka waktu lebih dan satu tahun (jangka panjang). Pasar modal juga sekaligus menjadi  tempat pertemuan antara permintaan dan penawaran uang dalam bentuk surat berharga. Najib (1998) menyatakan bahwa pasar modal sebagai salah satu lembaga yang memobilisasi dana masyarakat dengan menyediakan sarana atau tempat untuk mempertemukan penjual dan pembeli dana jangka panjang yang disebut efek. Dalam arti klasik, pengertian pasar modal adalah suatu bidang usaha perdagangan surat surat berharga seperti saham, sertifikat saham dan obligasi atau efek efek pada umumnya. Panji Anoraga (1995) menyatakan bahwa pengertian pasar modal adalah suatu bidang usaha perdagangan surat surat berharga seperti saham, sertifikat saham dan obligasi.

Emiten adalah Pihak yang melakukan Penawaran Umum, yaitu penawaran Efek yang dilakukan oleh Emiten untuk menjual Efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam peraturan Undang-undang yang berlaku. Emiten dapat berbentuk orang perseorangan, perusahaan, usaha bersama, asosiasi, atau kelompok yang terorganisasi. Emiten dapat menawarkan Efek yang berupa surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek. Emiten melakukan penawaran Efek melalui Pasar Modal untuk saham, obligasi, dan sukuk. Emiten wajib menyampaikan Pernyataan Pendaftaran untuk melakukan Penawaran Umum dan Perusahaan Publik wajib menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sebagai Perusahaan Publik.

Kondisi pasar modal di Indonesia tahun ini tidak terlepas dari perlambatan perekonomian, baik di tingkat global dan domestik. Kondisi tersebut merupakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) secara year to date tahun 2015 (2 Januari hingga 7 Agustus) mengalami penurunan hingga -9,01% atau di level  4.770,30. Namun, bila dilihat dalam periode  jangka lima tahun terakhir, kinerja Pasar Modal Indonesia masih tumbuh. Terjadi peningkatan IHSG sebesar 29% di tahun 2015 dibanding tahun 2010 yang tercatat di level 3.203,51. Lalu, dilihat dari jumlah perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), tercatat terjadi pertumbuhan sebesar 23%, dari 420 perusahaan di tahun 2010 menjadi 516 perusahaan di  7 Agustus 2015. Dalam nilai kapitalisasi pasar saham terjadi kenaikan 52% selama lima tahun terakhir. Nilai kapitalisasi saham mencapai Rp 4.932,29 triliun hingga 7 Agustus 2015. Sedangkan di akhir tahun 2010 tercatat sebesar Rp 3.247,10 triliun. Nurhaida (2015) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa Dalam lima tahun terakhir IHSG di Indonesia masih relatif lebih baik dibanding perkembangan indeks di beberapa bursa global. Kita masih lebih baik dari Australia (ASX), Malaysia (KLCI), Singapura (STI), dan lainnya yang angka pertumbuhan IHSG-nya di bawah kita dalam lima tahun ini.

Daftar Pustaka :

Anonim.2015.Emiten dan Perusahaan Publik.
http://www.ojk.go.id/emiten-dan-perusahaan-publik Diakses pada 27 November 20.05
Adiwaluyo,Eko.2015.Pasar Modal Terus Tumbuh dalam Lima Tahun Terakhir.