INFLASI DI INDONESIA
Tekanan
inflasi merupakan suatu peristiwa moneter yang dapat dijumpai pada hampir semua
negara-negara di dunia yang sedang melaksanakan proses pembangunan. Inflasi adalah
suatu keadaan dimana harga barang umum mengalami kenaikan secara terus-menerus
atau terjadi penurunan nilai uang dalam negeri. Tingkat inflasi tinggi dapat
menyebabkan kendala bagi laju perekonomian nasional. Tingkat inflasi biasanya
dipengaruhi oleh jumlah uang beredar, harga barang dan jasa serta tingkat suku
bunga. Inflasi merupakan masalah yang tidak disukai oleh masyarakat karena
masa-masa inflasi harga barang-barang mengalami kenaikan.
Jumlah uang beredar di Indonesia didefinisikan sebagai
tagihan masyarakat terhadap sektor perbankan dan terbatas antara jumlah uang
kartal dan giral. Pertumbuhan
jumlah uang beredar dapat
diartikan sebagai peningkatan aktivitas masyarakat. Jadi jika aktivitas ekonomi meningkat maka permintaan akan
uang juga meningkat dengan asumsi tidak terjadi inflasi dan spekulasi dalam
masyarakat. Pada tahun 1998, jumlah uang yang beredar di Indonesia sebesar Rp 101.197 milyar. Sejalan dengan perkembangan perekonomian
Indonesia, jumlah uang beredar terus meningkat. Hingga tahun 2011 jumlah uang beredar sebesar Rp 722.991 milyar. Dari tahun 1997 – 2011 kenaikan jumlah uang beredar
disebabkan karena peningkatan laju inflasi oleh kenaikan harga domestik akibat
kondisi ekonomi dan politik Indonesia sehingga masyarakat memerlukan lebih
banyak dana untuk menjalankan kegiatan ekonomi.
Kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah
melalui Bank Sentral sebagai pemegang otoritas moneter. Kebijakan moneter Bank
Indonesia ditujukan untuk mengelola tekanan harga dari sisi permintaan aggregat
(demand management) relatif terhadap kondisi sisi penawaran. Kebijakan
moneter tidak ditujukan untuk merespon kenaikan inflasi disebabkan oleh faktor
yang bersifat kejutan sementara (temporer). Hal tersebut akan hilang
seiring dengan waktu. Dengan
demikian, kemampuan Bank Indonesia untuk mengendalikan inflasi sangat terbatas
apabila terdapat kejutan (shocks) berskala besar seperti ketika terjadi kenaikan
harga BBM di tahun 2005 dan 2008 sehingga menyebabkan adanya lonjakan inflasi.
Daftar Pustaka :
Ekonomi Holic,
Pengertian Inflasi, http://www.ekonomi-holic.com/2012/06/pengertian-inflasi-deflasi-devaluasi.html
Diakses pada 05 November 2015 22.15
Julfahmi Salim,
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Inflasi, http://www.julfahmisalim.com/2012/09/faktor-faktor-ang-mempengaruhi-inflasi.html
Diakses pada 05 November 2015 22.50
BI, Pengendalian Inflasi
dengan Kebijakan Moneter, http://www.bi.go.id/id/moneter/inflasi/bi-dan-inflasi/Contents/Pengendalian.aspx
Diakses pada 05 November 2015 23.15
Tidak ada komentar:
Posting Komentar