Kamis, 05 November 2015

Inflasi di Indonesia


INFLASI DI INDONESIA
Tekanan inflasi merupakan suatu peristiwa moneter yang dapat dijumpai pada hampir semua negara-negara di dunia yang sedang melaksanakan proses pembangunan. Inflasi adalah suatu keadaan dimana harga barang umum mengalami kenaikan secara terus-menerus atau terjadi penurunan nilai uang dalam negeri. Tingkat inflasi tinggi dapat menyebabkan kendala bagi laju perekonomian nasional. Tingkat inflasi biasanya dipengaruhi oleh jumlah uang beredar, harga barang dan jasa serta tingkat suku bunga. Inflasi merupakan masalah yang tidak disukai oleh masyarakat karena masa-masa inflasi harga barang-barang mengalami kenaikan.

Jumlah uang beredar di Indonesia didefinisikan sebagai tagihan masyarakat terhadap sektor perbankan dan terbatas antara jumlah uang kartal dan giral.  Pertumbuhan jumlah uang beredar dapat diartikan sebagai peningkatan aktivitas masyarakat. Jadi jika aktivitas ekonomi meningkat maka permintaan akan uang juga meningkat dengan asumsi tidak terjadi inflasi dan spekulasi dalam masyarakat. Pada tahun 1998, jumlah  uang yang beredar di Indonesia sebesar Rp 101.197 milyar. Sejalan dengan perkembangan perekonomian Indonesia, jumlah uang beredar terus meningkat. Hingga tahun 2011 jumlah uang beredar sebesar Rp 722.991 milyar. Dari tahun 1997 – 2011 kenaikan jumlah uang beredar disebabkan karena peningkatan laju inflasi oleh kenaikan harga domestik akibat kondisi ekonomi dan politik Indonesia sehingga masyarakat memerlukan lebih banyak dana untuk menjalankan kegiatan ekonomi.

Kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah melalui Bank Sentral sebagai pemegang otoritas moneter. Kebijakan moneter Bank Indonesia ditujukan untuk mengelola tekanan harga dari sisi permintaan aggregat (demand management) relatif terhadap kondisi sisi penawaran. Kebijakan moneter tidak ditujukan untuk merespon kenaikan inflasi disebabkan oleh faktor yang bersifat kejutan sementara (temporer). Hal tersebut akan hilang seiring dengan waktu. Dengan demikian, kemampuan Bank Indonesia untuk mengendalikan inflasi sangat terbatas apabila terdapat kejutan (shocks)  berskala besar seperti ketika terjadi kenaikan harga BBM di tahun 2005 dan 2008 sehingga menyebabkan adanya lonjakan inflasi.

Daftar Pustaka :
Ekonomi Holic, Pengertian Inflasi, http://www.ekonomi-holic.com/2012/06/pengertian-inflasi-deflasi-devaluasi.html Diakses pada 05 November 2015 22.15
Julfahmi Salim, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Inflasi, http://www.julfahmisalim.com/2012/09/faktor-faktor-ang-mempengaruhi-inflasi.html Diakses pada 05 November 2015 22.50
BI, Pengendalian Inflasi dengan Kebijakan Moneter, http://www.bi.go.id/id/moneter/inflasi/bi-dan-inflasi/Contents/Pengendalian.aspx Diakses pada 05 November 2015 23.15
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar